UPDATE
TERKINI: Selamat datang di portalsukabumi | Update berita seputar Sukabumi | Terpercaya dan krdibel"

PORTAL SUKABUMI

Beritanya warga Sukabumi

KESEHATAN

​Warga Cicariang Sukabumi Keluhkan Bubur Kacang Ijo Basi Saat Buka Puasa Program MBG

Babam
28 February 2026 11:07
129 dilihat
Sukabumi
​Warga Cicariang Sukabumi Keluhkan Bubur Kacang Ijo Basi Saat Buka Puasa Program MBG

Sumber: Portalsukabumi.com

 

​CIKAKAK, SUKABUMI – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sukabumi menuai protes dari warga. Pasalnya, menu bubur kacang hijau yang dibagikan untuk berbuka puasa ditemukan dalam kondisi basi dan tidak layak konsumsi pada Kamis, 26 Februari 2026.

​Peristiwa ini terjadi di Kampung Cicariang, Desa Ridhogalih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Warga melaporkan temuan ini tepat saat memasuki waktu berbuka puasa, di mana bubur yang seharusnya menjadi hidangan pembuka justru mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

​Berdasarkan keterangan warga setempat, paket bubur kacang hijau tersebut diterima pada sore hari menjelang waktu berbuka di tanggal 26 Februari. Namun, saat wadah dibuka, tekstur bubur terlihat berlendir dan mengeluarkan aroma asam yang menyengat.

​"Pas mau buka puasa, pas dicicipi rasanya sudah asam (haseum). Baunya juga sudah tidak enak, benar-benar basi. Takutnya kalau dimakan malah jadi sakit perut atau keracunan," ujar salah satu warga Kp. Cicariang yang enggan disebutkan namanya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak penyedia (SPPG) atau katering yang bertanggung jawab atas pengadaan paket bubur kacang hijau tersebut.

​Kondisi makanan yang basi diduga akibat proses pengemasan yang dilakukan terlalu dini atau penyimpanan yang kurang tepat di tengah cuaca panas sepanjang hari itu, sehingga memicu fermentasi sebelum sampai ke tangan warga.

​Warga sangat menyayangkan kejadian ini, mengingat program Makan Bergizi Gratis seharusnya memberikan asupan nutrisi yang baik, terlebih di bulan suci Ramadhan saat kondisi tubuh sedang berpuasa.

 

​Tokoh masyarakat Desa Ridhogalih meminta pihak terkait, baik dari tingkat kecamatan maupun kabupaten, untuk segera mengusut tuntas dan melakukan evaluasi terhadap pihak penyedia jasa makanan atas kejadian pada 26 Februari tersebut.

​"Kami berharap ada pengawasan yang lebih ketat. Jangan sampai niat baik memberi makanan bergizi justru membahayakan kesehatan warga karena kualitas makanan yang tidak terjaga," tegasnya.

Tags:

#KESEHATAN #Viral #BeritaTerkini

KOMENTAR (1)

Tambah Komentar

* Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin
H
hamid

10 Mar 2026, 07:02

Wah MBG emang program gagal dan bikin sengsara warga, siapa yg tanggung jawab kalo udah kaya gini ????